RUKUN WARGA 011 PERUM BEKASI TIMUR REGENSI

-

Friday, October 19, 2018

Jokowi: Tahun Depan Ada Dana Kelurahan dan Operasional Desa




Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku banyak mendapat keluhan terkait dana untuk tingkat kelurahan. Untuk itu, tahun depan dia akan mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa. "Tahun depan akan ada dana kelurahan. Karena banyak yang tanya ke saya, 'Pak ada Dana Desa, untuk kelurahan bagaimana Pak?' Ya sudah, tahun depan akan ada Dana Kelurahan," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018. Kegiatan ini digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat , 19 Oktober 2018 (dikutip dari detik.com).

Tak hanya Dana Kelurahan, Jokowi juga akan mengeluarkan kebijakan terkait dengan operasional kepala desa."Mumpung saya ingat, akan ada juga yang namanya dana operasional desa, sehingga kepala desa akan jelas menggunakan dana desa itu," katanya.

Jokowi mengatakan, saat ini payung hukum untuk regulasi itu tengah dikaji. Diperkirakan, dana operasional desa akan diambil dari Dana Desa sebanyak 5 persen."Kita akan revisi PP-nya, apakah akan dapat berapa persen. Tapi perkiraan kurang lebih 5 persen," katanya.

Jokowi juga berpesan agar desa lebih giat membangun, apalagi sudah ada Dana Desa. Dia juga meminta agar Dan Desa untuk pembangunan itu dibelanjakan di desa setempat."Saya titip, setelah kita garap infrastruktur yang besar-besar, kita mulai geser pada pemberdayaan ekonomi daerah, ekonomi desa dengan inovasi dan teknologi yang tepat guna. Arahkan ke sana. Kalau ada infrastruktur yang belum rampung, kerjakan. Hidupkan yang namanya ekonomi baru di desa, di kecamatan. Sehingga seluruh bisa dipasarkan," jelasnya.

sumber : detik.com
Share:

Friday, October 12, 2018

Tol Jakarta-Cikampek 2, Bekasi Usul Gerbang Tol di Burangkeng





Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengusulkan ada gerbang tol di sekitar Burangkeng perbatasan dengan Kabupaten Bekasi dalam proyek jalan tol Jakarta-Cikampek 2 sisi selatan dari Jatiasih sampai dengan Sadang Purwakarta. Kepala Bidang Perencanaan Tata Ruang pada Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Erwin Gwinda mengatakan, usulan sudah disampaikan dalam beberapa kali kesempatan rapat bersama dengan pemerintah pusat maupun PT Jasa Marga.


Alasan dibutuhkannya bukaan tol di sana, kata dia, untuk menopang pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan, serta memudahkan akses truk sampak DKI Jakarta menuju ke TPST Bantargebang. Usulan dibuat mumpung peraturan daerah tentang tata ruang belum direvisi."Revisi Perda RDTR 2015-2035 menyesuaikan pembangunan proyek strategis nasional," ujar Erwin, Kamis (23/8).


Proyek strategis nasional yang melintas di Kota Bekasi di antaranya pembangunan LRT, Tol Jakarta-Cikampek 2 elevated, dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Tak lama lagi, proyek jalan tol Jakarta-Cikampek 2 sisi selatan dari Jatiasih hingga Sadang. "Tol Jakarta-Cikampek 2 selatan dari Jatiwarna menghubungkan tol JORR di Jatiasih mengarah ke selatan melintasi Bantargebang," kata dia.


Adapun sesuai rencana, pintu tol bakal dibuka di sekitar perumahan Vida Bantargebang. Karena itu, pemerintah daerah mengusulkan ditambah lagi lebih ke selatan di sekitar Burangkeng. "Truk sampah dari Jakarta bisa langsung ke TPST Bantargebang dengan akses dari tol JORR," ujarnya.


Humas PT Jasa Marga Tbk untuk pembangunan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan, Iwan Abrianto mengatakan, progres pembangunan ruas jalan tol itu masih proses penetapan lokasi lahan.
"Setelah itu baru proses pembebasan lahan, dan berikutnya pembangunan kontruksi," ujar dia. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata merespons positif dengan usulan pemerintah daerah bahwa ada bukaan tol di sekitar Burangkeng perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.


Menurut dia, akses pintu tol di sana memudahkan truk sampah DKI ke TPST Bantargebang. "Daripada melintas jalur arteri, masyarakat banyak yang dirugikan," kata Ariyanto. Sebabnya, kata dia, DKI Jakarta sampai hari ini belum memenuhi kewajibannya perihal armada sampah menuju ke TPST Bantargebang. Dari pengamatan di lapangan, kata dia, masih banyak dump truk dipakai mengangkut sampah basah. Akibatnya air licit dari sampah berceceran ke jalan. "Bau yang ditimbulkan dari air licit sangat mengganggu," kata dia.


source : merdeka.com
Share:

Monday, October 8, 2018

Rencana Pembangunan Taman Kuliner



Lingkungan yang indah, bersih dan nyaman, pertamanan yang bagus dimana putra-putri warga dapat bermain dan bersosialisasi, keindahan dan kerapian tentu menjadi idaman semua warga. Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk berkembang pula kompleksitas kebutuhan dan permasalahan warga. Begitu pula seiring dengan berjalannya waktu, kondisi beberapa tanah fasos yang belum dimanfaatkan menjadi permasalahan tersendiri yaitu menjadikan lingkungan kurang rapi dan nyaman.

Dalam rangka untuk merealisasikan  keinginan diatas maka kami sebagai pengurus RW 11 Perum Bekasi Timur Regensi Blok K & V merencanakan Pembangunan Taman Kuliner sekaligus taman bermain di tanah fasos tersebut. Dengan program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan RW 11 antara lain makin meningkatnya interaksi antarwarga melalui berbagai kegiatan sehingga rasa persaudaraan antar warga makin meningkat serta memberikan nilai ekonomi bagi warga dan retribusi yang ada dapat membantu pengurus RW dalam merealisasikan program kerja yang membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya seperti perbaikan fasilitas umum dan kegiatan pelayanan masyarakat.

Lokasi Pembangunan

Sitemap Plan - Denah Lokasi

Taman Kuliner tersebut rencana dibangun di atas tanah fasos seluas 1.086 m2 di pinggir jalan utama perumahan Bekasi Timur Regensi tepatnya di Jl. Kakatua 1 yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang blok K sehingga cukup strategis secara ekonomi dengan penataan lahan yang dilengkapi taman menambah keasrian tempat tersebut. Apalagi suasana pada malam hari yang sepi jauh dari kebisingan kota meskipun berada di lingkungan perumahan.

Di areal ini rencananya akan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi para pedagang maupun /pengunjung. Kios yang didirikan di areal ini sejumlah 27 kios berukuran 3x3 meter. Kios untuk kuliner dilengkapi dengan kran air dan daya listrik total 2.200 VA dimana gerobag atau sarana berjualan disediakan sendiri oleh masing-masing pedagang. Dan kebijakan khusus untuk area ini adalah pedagang yang diperbolehkan berjualan diprioritaskan bagi warga RW 11 sehingga dapat memberikan nilai manfaat bagi lingkungan. Untuk retribusi yang ada diperuntukkan untuk menunjang kegiatan RW dalam merawat dan memperbaiki fasilitas umum serta pelayanan warga, antara lain untuk biaya operasional petugas keamanan dan sampah, perbaikan saluran air, lampu penerangan jalan dan fasilitas umum lainnya.

Concept Plan - Kios Pedagang

Bagi pengunjung dalam menikmati hidangan disediakan tempat di luar kios dengan tempat duduk berupa meja dan kursi taman yang terletak di area tengah lahan yang dikelilingi oleh kios dan dilengkapi taman bermain anak dengan aneka mainan antara lain ayunan, perosotan dan lainnya serta adanya panggung kecil (mini stage) untuk sarana kegiatan bersama misalnya nonton bareng, live music, dll. Dengan demikian tercipta suasana santai nyaman untuk menikmati hidangan di open space dan anak-anak bisa bermain juga dengan nyaman. Fasilitas lain yang tersedia adalah area parkir yang mampu menampung sekitar 10 mobil dan 50 sepeda motor yang berada di tempat terbuka di depan area taman.

Concept Plan - Suasana di Malam Hari

Concept Plan - Sarana Bermain Untuk Anak-anak
Concept Plan - Fasilitas Mini Stage Untuk Menghidupkan Suasana (Nobar, Live Music, dll)


Dengan adanya pembangunan tersebut diharapkan ada manfaatnya buat semua warga baik saat ini maupun jangka panjang. Yang pasti jika rencana ini sudah terlaksana kita bisa menikmati fasilitas lingkungan yang representatif yang dapat digunakan untuk aktivitas bermain dan belajar putra-putri warga sekaligus menggali potensi ekonomi warga dan juga sebagai sarana interaksi antar warga.

Note : 
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi ketua RT masing-masing atau ke panitia pembangunan

Share:

Tuesday, October 2, 2018

Menteri Basuki Tinjau Pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung






Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, melakukan peninjauan untuk memantau secara langsung pekerjaan pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,3 kilometer, Jumat (2/10). Untuk masalah pembebasan menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat dilokasi mengatakan, untuk pembebasan tanah mudah-mudahan akhir tahun ini tanah yang 3,5 km ini bisa kita bebaskan. “Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi dan dalam pembebasan lahan tentu ada proses dan prosedurnya”, tegas Basuki.
Dengan terhubungnya Tol  ini menurutnya,  mudah-mudahan diharapkan dapat mengurangi tingkat kepadatan.


Sementara itu menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, Jalan tol ini nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Cikampek serta Jagorawi. Jalur tol yang membentang dari Tangerang-Bogor-Depok-Bekasi hingga DKI Jakarta ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di wilayah Jabodetabek.
Untuk masalah pembebasan lahan menurutnya, Tol Cimanggis-Cibitung masih terkendala masalah pembebasan lahan. Sampai saat ini lahan yang dibebaskan bebaskan baru 0,3 persen. “Untuk tanah, masih belum tuntas,” ujarnya.


Sebagai informasi bahwa, Tol Cimanggis-Cibitung yang merupakan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) II memiliki panjang tol 26,3 km yang dalam pelaksanaan kontruksinya akan dibagi menjadi 2 seksi. Untuk Seksi 1 Cimanggis Junction-On/Off Ramp Transyogi sepanjang 3.50 km, sedangkan seksi 2 On/Off Ramp Transyogi-Cibitung Junction sepanjang 22,8 km.






Desa-desa yang bakal dilewati tol ini antara lain di Kecamatan Setu yaitu Desa Cijengkol, Cibening, Desa Burangkeng, Desa Taman Rahayu, kemudian di Kecamatan Cikarang Barat yaitu Desa Telajung, Desa Dandamekar, Desa gandasari, lalu Kecamatan Cibitung Desa Cibuntu.


source : kementrian pupr
Share:



Copyright © Media Informasi Rukun Warga 011 | Powered by Sudiyo.ST Distributed By erwesebelas.com & Design by BE IT SOLUTION | Kab.Bekasi New